image1

PMT Terima Kredit Sindikasi Rp2,1 T

Press Realease, 31 Maret 2016

BANK Mandiri, BRI, dan BNI menjadi joint mandated lead arranger dalam pembiayaan sindikasi Rp2,1 triliun bagi PT Prima Multi Terminal (PMT). PMT ialah anak usaha PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I), PT Pembangunan Perumahan Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk untuk pembangunan proyek Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara.

Perjanjian fasilitas kredit sindikasi bertenor 10 tahun itu ditandatangani di Jakarta, Selasa (29/3).

Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan sebagai industrial gateway port yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri. Pengembangannya dibagi 4 tahap, sejak 2015 sampai 2023. "Terminal itu akan memiliki fasilitas dermaga bongkar muat kontainer sepanjang 500 m, dermaga bongkar muat curah cair 500 m, dan container yard 600.000 TEUs," paparnya.

Di tempat terpisah, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mendorong swasta untuk berinvestasi membangun pelabuhan umum. "Pembangunan infrastruktur transportasi itu makin lama makin tidak bisa dibiayai APBN. Tidak bisa semua," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/3).

Menurut dia, investor swasta dapat menanamkan modal dalam membangun pelabuhan umum dengan cara konsensi selama jangka waktu tertentu.

Plt Dirjen Perhubungan Laut Umar Aris menambahkan, saat ini ada sejumlah pembangunan pelabuhan umum oleh swasta.

Tahun ini, ada 91 pelabuhan yang akan diselesaikan, dan 35 di antaranya bakal diresmikan segera. "Dominannya di Indonesia Timur. Ada di Maluku, Papua, Kalimantan, dan Sulawesi Utara," jelas Aris. (Bow/Adi/E-2)